Tentang Kami

PROFIL ORGANISASI
INDONESIA – ITU CONCERN FORUM

PENGENALAN
Indonesia-ITU Concern Forum (IICF) lahir sebagai bentuk perhatian dan pemahaman bahwa bangsa Indonesia seharusnya dapat lebih bisa memanfaatkan TIK  dan telekomunikasi secara seluas-luasnya terutama dalam rangka mengangkat martabat dan daya saing masyarakat  Indonesia di kancah persaingan regional maupun global.
ITU sebagai lembaga internasional dibawah Persatuan Bangsa-Bangsa sudah sangat dikenal dengan upayanya membangun masyarakat TIK dunia melalui berbagai rekomendasi dan resolusi baik teknologi, jaringan dan pemanfaatan TIK.

Kegiatan ITU mencakup sektor telekomunikasi radio, standarisasi telekomunikasi dan pembangunan telekomunikasi yang sangat banyak manfaatnya bagi Negara-negara berkembang dan miskin khususnya dalam rangka meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia seperti halnya  peranan wanita, anak-anak, para lansia dan  penderita cacat. ITU juga banyak berkontribusi lintas sektoral, seperti halnya mendukung program bantuan bencana alam, memerangi kejahatan cyber, mendukung program green energy, mendukung program cuaca global.
Indonesia sebagai sebuah Negara kepulauan terbesar di Dunia masih harus berjuang keras di berbagai sektor guna meningkatkan daya saing bangsa di pentas Dunia, dalam bentuk berupa pembangunan sistem, sarana, prasarana dan sumber daya manusia. Terkait dengan hal tersebut hasil-hasil ITU bisa menjadi sangat penting dan strategis untuk bisa dimanfaatkan didalam proses pembangunan nasional terutama dalam TIK dan pita lebar.

Dalam hal-hal tersebutlah kiranya IICF akan berperan secara aktif dimana sesuai dengan AD/ART-nya IICF akan mendorong perluasan pemahaman tentang Telekomunikasi dan TIK berdasarkan kepada hasil-hasil ITU dan ikut aktif dalam kontribusi kepada ITU. Kegiatan nyata yang akan dilaksanakan berupa kegiatan diskusi, konferensi, kajian, pelatihan dan sosialisasi, baik yang dilaksanakan sendiri atau bekerja sama dengan pihak lainnya.

DOWNLOAD IICF Introduction Formal Ver 1.0

 

PRINSIP-PRINSIP DASAR
IICF adalah organisasi yang berada di Indonesia, tunduk kepada hukum Indonesia dengan nomor AHU2.AH.01.04.CN-189, nir-laba, nir-politik dan terbuka dengan prioritas utama kepada anggota berkewarganegaraan Indonesia.

IICF didalam segala kegiatannya bertujuan untuk menjunjung tinggi kepentingan Republik Indonesia, menjadi mitra Pemerintah, menjadi mitra pihak-pihak lain didalam negeri, berbasiskan kepada analisa ilmiah dan obyektif untuk ikut meningkatkan pemahaman, pemanfataan dan pengembangan ICT serta partisipasi aktif Indonesia di ITU.
Untuk pengelolaan organisasi, IICF dipandu oleh Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

SEJARAH
Melalui sebuah perjalanan panjang, mengamati dan menganalisa konsep dan pelaksanaan pembangunan TIK dan Telekomunikasi nasional sangat nampak jelas bahwa pembangunan telekomunikasi nasional masih memiliki banyak kekurangan baik dari aspek prasarana maupun dari aspek pemberdayaan sumber daya manusia, sementara TIK secara de facto telah diakui sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.
Bicara mengenai TIK dan Telekomunikasi, maka Indonesia memerlukan ITU didalam pembuatan kebijakan dan peraturannya, dan sebaliknya ITU memerlukan Indonesia didalam menyusun berbagai rekomendasinya, sayangnya peranan aktif Indonesia didalam kegiatan ITU masih belum maksimal.
Berdasarkan perenungan dan pengamatan yang cukup lama tersebut pada akhirnya membuahkan sebuah gagasan, tekad dan keinginan untuk membentuk organisasi yang menjadi wadah pendorong partisipasi aktif Indonesia yang lebih besar di ITU yang melibatkan berbagai pihak dalam negeri dengan tujuan untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih bermartabat dan berdaya saing tinggi.
Pada tanggal 25 September 2013 dicetuskan dan didukung oleh 6 (enam) orang yang peduli pada permasalahan ini yang berlatar belakang dari sektor TIK, Telekomunikasi, Hukum dan Sosial dideklarasikan pendirian dan pembentukan Indonesia-ITU Concern Forum (IICF) di Jakarta Indonesia.
PARA PENDIRI

  1. Sjahrial Darana SH, telah berkarir dan berpengalaman dalam bidang hukum ruang angkasa dan pakar dalam bidang hukum tata ruang selama lebih dari 30 tahun. Pernah bergabung di Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) dan diberbagai lembaga konsultan. Mendapatkan gelar Sarjana Hukum  di Universitas Padjajaran dan Master bidang Hukum di Universitas Padjajaran Bandung
  2. Dr. Arifin Nugroho,  doktor dalam bidang pengolahan sinyal dari Universitas Rennes-1 Perancis,  adalah konsultan Telekomunikasi, dengan penekanan sistem satelit dan regulasi telekomunikasi.  Arifin juga menjadi staf pengajar sekolah pasca-sarjana baik di Telkom University di Bandung maupun Universitas Trisakti Jakarta. Anggota IEEE sejak tahun 1984 ( lebih dari 30 tahun) dan saat ini ia menjadi ketua Chapter gabungan antara Aerospace & Electronics Systems serta Geoscience and Remote Sensing dari IEEE Indonesia Section. Ia juga salah satu pendiri Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) pada tahun 1998 dan menjabat ketua dari 1998-2004, serta anggota Indonesia Nano Satellite Program for Research and Education (INSPIRE) dan juga menjadi salah satu anggota dari Aerospace Exploration Center di Telkom University
  3. Erwin Ramali, telah berkarir dan berpengalaman di bidang Telekomunikasi lebih dari 30 tahun,  antara lain di PT. TELKOM, PT. Natrindo Telepon Selular (AXIS), PT. GlobalFon International dan sejumlah perusahaan perangkat telekomunikasi dan konsultan ICT. Saat ini aktif sebagai trainer dan pakar dalam hal Data Center serta aktif di dalam Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia. Dia adalah alumni STTTelkom/Telkom University Bandung.
  4. Budihardjo Gozali, M.T., telah berpengalaman di bidang telekomunikasi khususnya teknologi serat optik lebih dari 20 tahun  Dia memiliki gelar master pada bidang optik dari Universitas Indonesia dan gelar sarjana bidang teknik elektro dari ISTN Indonesia
  5. Heru Abrianto, M.T., telah berkarir dan berpengalaman dalam teknologi telekomunikasi khususnya serat optic dan juga di dunia pendidikan lebih dari 15 tahun, antara lain di ISTN, Universtas Krisnadwipayana Jakarta. Dia lulus dari ISTN Jakarta dalam bidang Teknik Elektro dan Master bidang Telekomunikasi dari Universitas Indonesia.
  6. Eddy Setiawan, MSTAS, telah berkarir di industri telekomunikasi selama lebih dari 20 tahun di bidang Manajemen Komunikasi Satelit, teknik Optical Cable Submarine, RF Manajemen Spektrum dan ITU Regulatory. Dia memegang gelar master pada bidang Sistem Komunikasi Satelit dari ENSAE / ISAE Toulouse Perancis dan gelar sarjana di bidang teknik elektro dari ISTN Jakarta Indonesia

 

ORGANISASI
Dalam rangka menjalankan berbagai aktivitas IICF memiliki bentuk organisasi yang diatur didalam AD ART sebagai berikut:

  1. Badan Pendiri    
  2. Badan Pembina        
  3. Dewan Pakar
  4. Rapat Umum
  5. Badan Pengurus

Ketua Badan Pembina                        : Eddy Setiawan
Wakil Ketua Badan Pembina              : Heru Abrianto
Ketua Dewan Pakar                           : Dr. Arifin Nugroho
Wakil Ketua Dewan Pakar                 : Sjahrial Darana, SH
Ketua Badan Pengurus/Sekjen           : Budihardjo Gozali
Bendahara                                          : Erwin Ramali

 

KEANGGOTAAN
IICF sebagai organisasi yang menghubungkan pihak Pemerintah, dunia industry dan dunia akademika, oleh karenanya IICF membuka keanggotaan secara luas dalam rangka memperkuat posisi Indonesia serta meningkatkan partisipasi aktif didalam seluruh kegiatan ITU.

Keanggotaan IICF adalah sebagai berikut:

  • Anggota penuh
  • Anggota associate
  • Anngota afiliasi

 

KEGIATAN-KEGIATAN

MEGALOSNUEMA CONFERENCE (MECON)
MECON adalah kegiatan rutin berupa konferensi Megalosnuema IICF. Megalonuema diambil dari dua kata Yunani, Megalos dan Nuema yang digabungkan dengan arti kurang lebih kesepakatan atas pemikiran-pemikiran besar. MECON direncanakan sebagai landasan pemikiran-pemikiran besar Indonesia. Hasil akhir dari setiap MECON akan ditindak lanjuti Kelompok-Kelompok Kajian secara lebih rinci.

Kegiatan MECON yang akan dilaksanakan:

  • Optical Broadband Network
  • Satellite  Communication
  • Communication for Emergency Situation
  • Mobile Broadband  

KAJIAN KELOMPOK
Kajian Kelompok (KK) pada prinsipnya adalah berupa rapat-rapat kecil yang mengkaji isu-isu hasil MECON untuk dirumuskan menjadi rekomendasi-rekomendasi yang selanjutnya disampaikan oleh IICF kepada Pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya. Idealnya per KK dihadiri oleh sekitar 20 orang dengan jumlah rapat sekitar 2 kali.

PELATIHAN
Pelatihan IICF didasarkan kepada pengamatan akan kebutuhan ketrampilan dan pengetahuan tertentu yang terkait dengan TIK. Pelatihan IICF adalah:

  1. Satellite communication engineering
  2. Optical technology
  3. Cloud computing and data center
  4. Public protection and disaster recovery system
  5. Rural communication engineering and system

 

SOSIALISASI
Sosialisasi adalah bentuk kegiatan berupa pengenalan IICF, visis misi dan program-programnya melalui cara-cara tatap muka, kunjungan dinas kepada pejabat Negara maupun instansi swasta, diskusi terbatas. 

ALAMAT RESMI
Indonesia-ITU Concern Forum
Gedung  Arva Sentral Cikini Lantai 5
JL. Cikini Raya No. 60 Blok FG-MN
Jakarta 10330. Indonesia

Tel.: (021) 319 04082     Fax.: (021) 319 04082
E-mail: secretariat@iicf.or.id
Website: www.iicf.or.id

 

 

AGENDA KEGIATAN

April 2026
MSSRKJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930